Senin, 22 Juni 2026, bertempat di R. Integritas, DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah menggelar Forum Dialog Pengembangan Kawasan Industri (KI) Baru di Jawa Tengah dengan tema “Kawasan Industri Hijau”. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah kabupaten/kota yang memiliki Kawasan Peruntukan Industri, yang berpotensi menjadi Kawasan Industri untuk membahas strategi percepatan pengembangan kawasan industri yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini, dalam paparannya menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal. Setiap investasi yang masuk ke Jawa Tengah diharapkan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar kawasan industri. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri agar investasi yang masuk dapat memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi daerah.
Keunggulan Jawa Tengah didukung oleh posisi geografis yang strategis, jumlah penduduk yang besar, serta ketersediaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang terus berkembang. Saat ini Jawa Tengah telah memiliki 12 Kawasan Industri dan 2 Kawasan Ekonomi Khusus yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma, Jatengland Industrial Park Sayung, Batang Industrial Park, serta KEK Industropolis Batang. Keberadaan kawasan-kawasan tersebut menjadi fondasi penting dalam menarik investasi baru sekaligus mendukung pemerataan pembangunan ekonomi antarwilayah.
Forum dialog ini juga menekankan pentingnya transformasi Kawasan Peruntukan Industri (KPI) menjadi Kawasan Industri (KI) yang terencana dan terintegrasi. Pengembangan kawasan industri ke depan tidak hanya berfokus pada penyediaan lahan, tetapi juga pembangunan ekosistem industri yang didukung oleh infrastruktur, utilitas, logistik, serta kesiapan tenaga kerja. Dengan pendekatan tersebut, kawasan industri diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.


